Pesan ibu kepada anak perempuannya sebelum menikah
Jangankan menyapaku, cara mengingatku saja kau sudah lupa . . .
Nduk . . .
Menikah itu bukan tentang sekedar meraih kebahagiaan dalam kebersamaan saja, tidak, tapi juga tentang niatnya, jika niatmu hanya itu, maka tidak akan pernah kamu mendapatkannya, karena sesuatu yg akan binasa tidak akan pernah alamikan kebahagiaan untuk siapapun
Pernah kamu melihat bayanganmu sendiri memberikanmu seteguk minuman saat kamu haus ? Tidak kan, itu sifat dunia, _mataul gurur_
Karena sejatinya yg bisa buat hausmu hilang adalah prmilik dunia itu sendiri
Nduk . . .
Menikah juga bukan tentang dengan siapa kamu akan menjalani hidup, tidak, tapi tentang seberapa menerima dirimu pada siapa dan bagaimana suamimu nanti
Jika kamu pernah berharap, kebahagiaan itu dengan cara punya suami yg bisa buatmu nyaman menjalani hidup, serba kecukupan, dengan sejuta harkat dan martabat, maka sungguh kamu tidak akan pernah dapatkan kemuliaan, karena kamu tau, semakin tinggi kelas seorang tidak mungkin ujiannya semakin ringan
Pernah kamu memilih ingin menjadi anaknya siapa ? Tidak kan, setau kamu, mereka adalah orang tua yg harus kamu mengabdikan diri pada mereka _Ma kana lahumul khiyaroh_
Tapi orang yg cerdas adalah mereka yg bisa memanfaatkan apa yg mereka miliki untuk mendapatkan apa yg dia inginkan
Nduk . . .
Jika nanti orang tuamu sudah memasrahkan dirimu pada suamimu, maka saat itu pula, suami adalah orang tua yg harus kamu dewakan, orang tuanya adalah abahmu, adiknya adalah adikmu, anaknya adalah anakmu
Jangan sesekali kamu menganggap mereka orang lain, jangan pula memperlakukan mereka seperti keluargamu
Karena mereka Abahmu, tapi juga Ayah dari suamimu _Innahu laisa min ahlik, innahu amalun goiru sholih_
Nduk . . .
Dadio khodijah seng sugeh ati, opo seng mbok duweni kabeh kanggho bojomu
Dadio Aisyah seng sugeh akale, opo seng mbok werohi kanggo bojomu
Dadio Fathimah seng sugeh nerimane, opo seng di wei bojomu dang di syukuri
Dadio Zalikho seng ngegantungno marang pangeran, ojo marang ciptaane pangeran termasuk bojomu
Karena, dunia itu makhkuq, yg hanya bisa melahirkan mahluq, dan hanya akan menjadi cerita bagi sang kholiq, _Nabai Ma Qod Sabaq_
Nduk . . .
Solihe anakmu tergantung sepiro solihae ibu'e
Tergantung noto niatmu mulai saiki, nek niatmu cuma kangho awakmu, yo wes entu'e iku
Contohono poro Ahlil Bayt, mereka menjaga kemurnian dzurriyah mereka baik secara jasmani maupun rohani, khawatir anak keturunannya akan menjadi buruk, dan menjadi contoh buruk bagi umat mbahe nabi muhammad
Misale ae Mbah Ali Ridho bin Musa al Kazhim bin Jafar As-Sodiq bin Muhammad al-Bagir bin Ali Zainal Abidin bin al Husein bin Ali bin Abi Tholib
Beliau di jaga betul oleh kedua orang tuanya, sejak bahkan jauh sebelum dia dilahirkan
Tidak menikah kecuali dengan orang sholih, tidak berhubungan kecuali wes di tirakati, tidak hamil kecuali wes siap mosoni, tidak melahirkan kecuali wes siap didik ilmu lan adape
Alim nganti ora ono seng ngerti alime
Tawadduk nganti ora ono seng ngerti mulyane
Sampek Abu Hanifah ngendikan, andai bukan karena Jafar, niscaya saya akan tersesat
Sampai imam Ahmad Hambal ngendikan, andai kemuliaan mereka diberitahukan pada orang gila, niscaya akan langsung sembuh
Seng ngerti yo seng podo tekkane
Ngertio, nduk
Kemuliaan mereka berawal karena kesucian niat mereka
Menikah karena mencari rido Allah, karena menjalani perintah, karena sunnah, karena menjaga trah, karena ingin anak solih solihah, karena ulama salaf jadi tedak lelampah, karen dakwah, karena ingin syafaat anak dunia dan akhirah, dan sejuta karena yg lain . . .
Mbah Abu Bakar as-Sakron bin Abdurrohman as-Segaf, iso duwe anak Mbah Abdullah Alydrus yo rahasiane iku, niat seng apik, lakone kalawan apik, didik kalawan apik, wong apek ora kiro rugi, wong apik mesti mulyo
Kamu tau, ndak ?
Saking hawatirnya Ahli Bayt pada anaknya, mereka tidak memasrahkan pendidikan putra mereka pada orang lain, mereka mendidik tegas anak mereka sendiri sampai mapan, lalu mencarikan Guru Ngalim Wali nek wes fondasine tidak tergoyahkan
Elengo, Nduk...
Nabi muhammad itu Rosul, juga Ulul Azmi, Pamungkase poro Nabi, cubone yo mesti paling gede tanimbang liane, mulyone awakmu, tergantung sepiro abote cubomu, hebate awakmu, tergantung bisa tidaknya dirimu menyempurkan segala jenis isi daripada soal ujian tersebut
Layakah kita mendapatkan soal ujian ? Koyok dene Buyut Ibrohim
Jika hidupmu saja tanpa ujian, mana mungkin ada jawaban
Jika tidak ada jawaban, mana mungkin ada kenaikan kelas
Jika tidak ada naik kelas, mana mungkin ada kelulusan
Jika tidak ada kelulusan, mana mungkin dirimu mendapatkan pangkat jabatan luhur di sisi Tuhan
_Wa idzibtala Ibrohima robbuhu bikalimatin, Fa atammahun_
Nduk . . .
Jangan lupa, sholato sunnah setidaknya 50 roka'at sehari dan malamnya, ben rizqine lancar tur berkah, karo di niati nirakati anak lan sak keturunane
Jangan malas berpuasa sunnah, setidaknya senin dan kamis, ngormati lelahirane kanjeng Nabi, insyallah
😃sangat bermanfaat sekali bagi pembaca, semangat buat penulis semoga selalu diberikan kesehatan dan semangat dalam berkarya
BalasHapus