Rumah
Awalnya..
Kita sempurna
Karena sejak perkenalan saat itu
Aku sudah benar benar melihat rumahmu dari kejauhan
Aku tahu
Hujan yang dari tadi turun
Memang bukan satu satunya alasan untuk aku bisa singgah disini
Harusnya aku sudah pergi waktu kamu bilang sebentar lagi redah
Ya waktu itu aku berharap hujan ini selamanya
Aku yang egois
Tidak peduli bagaimana nanti
Anak anak kecil hidupnya akan tergenang banjir
Bagaimana kalau lantas sekolah sekolah sepi
Karena semua murid izin bersinggah dirumahnya sendiri
Anak anak harus tetap pintar
Jangan seperti aku
Yang bodoh karena meminta hujan selamanya
Agar aku tidak bisa pulang dari tempat singgahmu
Aku mengerti betul tentang bagaimana rumitnya matematika
Tentang memperkirakan berapa rintikan air yang sudah turun sejak kemarin
Tentang mengapa setiap hujan selalu membawa genangan
Juga tentang siapa aku berteduh
Kalah rintik air hujan tadi banyak sampai menimbulkan genangan
Tolong mengerti
Aku tidak mungkin pulang sekarang
Rumahku jauh
Mungkin aku akan kedinginan untuk menembus hujan
Aku ingin singgah
Sebentar
Kalau mungkin terlalu lama justru membuatmu tidak nyaman
Aku akan berusaha demi sebuah senyuman
Aku harap nanti ini bukan lagi menjadi tempat singgah sementara
Aku ingin ini nanti adalah rumah
Aku tidak mau lagi jauh jauh mencari tempat teduh
Karena menurutku
Disini sudah cukup aman
Setidaknya untuk aku
Untuk kelak memimpikan hari tua
Hujan belum reda
Kudus 07, Desember 2021
Muhammad rizik
Komentar
Posting Komentar