Strategi dakwah pada masyarakat urban
BAB I
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Islam adalah agama dakwah yaitu mengajak dan memerintahkan umatnya untuk selalu menyebar dan menyiarkan ajaran islam kepada seluruh umat manusia.hal ini merupakan perintah langsung dari Allah SWT untuk berdakwah dan menjadi suatu kewajiban setiap muslim untuk mendakwhkan agama dengan cara tertentu. Perkotaan adalah suatu sistem jaringan kehidupan manusia yang ditandai dengan adanya kepadatan penduduk yang tinggi, strata sosial ekonomi yang heterogen, dan materialistis. Apabila berbicara tentang kotaberbicara mengenai kota dan ketika mendengar kata kota, sebagaian orang tentu menunjuk pada suatu kawasan yang sangat ramai.
Dalam kehidupan manusia yang sangat berkembang pada saat ini, dakwah islam memerlukan strategi dalam penyampaiannya. Seorang da’i berperan sebagai subjek dakwah diharuskan memiliki strategi. Pola pikir yang berkaitan dengan sistem. Dimana dakwah merupakan sebuah sistem, dan strategi merupakan salah satu bagian yang sejajar dengan unsur-unsur dakwah.
Rumusan Masalah
Apa Pengertian Strategi Dakwah?
Bagaimana Kondisi Masyarakat Kota?
Bagaimana Strategi Dakwah di Perkotaan?
Tujuan
Untuk Mengetahui Strategi Dakwah
Untuk Mengetahui Kondisi Masyarakat Kota
Untuk Mengetahui Strategi Dakwah di Perkotaan
BAB II
PEMBAHASAN
Pengertian Strategi Dakwah
Dalam kamus besar Bahasa Indonesia strategi adalah ilmu dan seni menggunakan semua sumber daya bangsa untuk melaksanakan kebijakan tertentu dalam perang.atau juga bisa diartikan sebagai rencana yang cerdas mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran tertentu. Rencana ini lebih ditekankan mengenai hal-hal apa saja yang harus dipersiapkan dalam melaksanakan perang serta bagaimana cara menghadapi ancaman-ancaman yang datang dari pihak musuh.
Menurut Ali Murtopo definisi strategi secara etimologi berasal dari bahasa Yunani, Stratos dan agein. Stratos memiliki arti pasukan perang dan kata agein berarti memimpin. Sehingga dapat dikatakan bahwa strategi berarti memimpin pasukan perang dan ilmu strategi adalah ilmu bagaimana cara memimpin pasukan. Secara terminologi, menurut Stainer dan Minner strategi adalah penetapan misi perusahaan, penetapan sasaran organisasi dengan mengingat kekuatan eksternal dan internal. Sedangkan menurut Onong Uchjana Effendy mengemukakan bahwa strategi pada hakikatnya adalah perencanaan dan manajemen untuk mencapai tujuan, oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa rencana saja tidak sampai ke tujuan melainkan ada tahapan lainnya agar sesuai dengan harapan.
Tahapan-tahapan Strategi
Strategi tidak hanya sebatas merumuskan konsep hingga implementasi, melainkan juga harus disertai evaluasi untuk mengukur sejauh mana strategi itu tercapai. Hal ini serupa dengan strategi manajemen yang dimiliki oleh Fred R. David, ia menjelaskan ada tiga tahapan strategi:
Perumusan strategi
Perumusan strategi merupakan tahapan pertama dalam strategi. Di tahap ini para pencipta, perumus, pekonsep, dalam hal ini yaitu seorang da’i harus berfikir matang mengenai kesempatan dan ancaman dari luar pihak dan menetapkan kekuatan dan kekurangan internal, serta sasaran yang tepat.
Implementasi Strategi
Tahapan di mana setelah strategi dirumuskan yaitu pelaksanaan strategi yang telah ditetapkan. Strategi yang dimaksudkan adalah strategi yang telah direncanakan pada tahap pertama yaitu perumusan strateg, lalu dilaksanakan sesuai apa yang diinginkan.
Evaluasi Strategi
Tahapan terakhir ini merupakan tahapan yang diperlukan karena dalam tahap ini keberhasilan yang telah dicapai dapat diukur kembali untuk penetapan tujuan berikutnya. Evaluasi menjadi tolak ukur berhasil atau tidak, sesuai atau tidak strategi yang telah diterapkan.
Sedangkan Pengertian Dakwah
Dalam buku ensiklopedi islam, kata dakwah adalah kata dasar atau masdar. Kata kerjanya adalah da’a yang mempunyai arti memanggil, menyeru, atau mengajak. Dakwah merupakan gerakan yang mengajak orang untuk beriman kepada Allah Swt sesuai dengan garis kaidah, syariat dan akhlak Islamiyah.
Sedangkan menurut Ali Mahfud dalam bukunya Hidayatul Mursyidin mengatakan dakwah adalah mendorong manusia untuk berbuat kebijakan dan mengikuti petunjuk agama, yaitu menyeru mereka kepada kebaikan dan mencegah mereka dari perbuatan kemungkaran agar memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat.
Berdasarkan pengertian di atas mengenai pengertian dakwah dapat disimpulkan dakwah ialah usaha seorang da’i dalam menyampaikan pesan-pesan ajaran islam yang bersumber dari al-Qur’an dan al- Hadits, yang dilakukan dengan cara mengajak, menyeru, membimbing manusia agar kembali kejalan Allah Swt. Serta menjalankan segala perintahNya dan menjauhi laranganNya.
Pengetian Masyarakat Perkotaan
Dalam bahasa inggris msyarakat adalah society yang artinya mencakup interkasi sosial, perubahan sosial, dan rasa kebersamaan. Istilah masyarakat disebut pula sistem sosial. Untuk pemahaman lebih luas tentang pengertian masyarakat ada beberapa definisi masyarakat :
Menurut Selo Soemardjan, masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan.
Menurut Max Weber menjelaskan masyarakat sebagai suatu struktur atau aksi yang pada pokoknya ditentukan oleh harapan dan nilai-nilai yang dominan pada warganya.
Menurut Karl Marx bahwa Masyarakat adalah suatu struktur yang menderita ketegangan organisasi ataupun perkembangan karena adanya pertentangan antara kelompok-kelompok yang terpecah-pecah secara ekonomis.
Masyarakt pun bisa diartikan dengan “ sekumpulan manusia yang hidup berasma dalam satu wadah karena adanya satu atau beberapa pendapat ikatan yang disengaja atau tidak. Dalam wadah inilah manusia mengadakan interaksi satu sama lainnya dan saling bantu membantu.
Dalam buku Ilmu Sosial Dasar
Kota adalah sebagai pusat pendomisi yang bertingkat-tingkat sesuai dengan sistem administrasi negara yang bersangkutan. Kota juga merupakan pusat kegiatan kebudayaan, ekonomi dan komunikasi.
Masyarakat perkotaan sering disebut juga urban community. Pengertian masyarakat perkotaan lebih ditekankan pada sifat-sifat kehidupannya serta ciri-ciri kehidupannya yang berbeda dengan masyarakat pedesaan. Masyrakat perkotaan dengan ciri kemajuannya telah membentuk kepribadian anggotannya lebih mengandalkan kemampuan diri sendiri dari pada orang lain.
Prinsip masyarakat kota yang bersifat individualistik adalah cenderung menjadi ciri khusus, dan telah menjadi perbedaan yang menyolok dibandingkan dengan masyarakat perdesaan. Hal ini menjadi motif bahwa masyarakat kota condong melepaskan diri dari kepentingan orang banyak. Kehidupan masyarakat kota umumnya heterogen. Heterogenitas masyarakat pada satu sisi mempunyai peluang terciptanya kompetisi dan kreasi-kreasi baru. Masyarakat kota umumnya banyak yang menikmati pelayanan pendidikan madani, karena pendidikan yang bagus umumnya ada di kota.
Pribadi masyarakat kota yang bersifat individualistik adalah senderung menjadi ciri khusus, dan telah mejadi perbedaan yang mencolok di bandingkan dengan msyarakat perdesaan. Hal ini menjadi motif bahwa masyarakat kota condong melepaskan diri dari kepentingan orang banyak.
Masyarakat kota memiliki akses informasi lenih cepat karena dekat dengan pusat-pusat informasi. Antara masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan, terdapat perbedaan dalam perhatian, khususnya terhadap keperluan-keperluan hidup. Ada beberapa lagi yang menonjol pada masyarakat kota diantaranya:
Kehidupan keagamaan di kota berkurang apabila dibandingkan dengan kehidupan agama di desa, sebab cara berfikir masyarakat kota yang nasional, didasarkan pada perhitungan eksak yang berhubungan dengan realita masyarakat
Orang kota pada umumnya dapat mengurus diri sendiri tanpa harus bergantung pada orang lain. Hal yang penting di sini adalah manusia yang perseorangan atau individu, kehidupan yang sukar untuk disatukan karena perbedaan kepentingan, paham politik, agama dan lainnya.
Jalan kehidupan yang cepat di kota mengakibatkan pentingnya faktor waktu, sehingga pembagian waktu yang teliti sangat penting untuk mengejar kebutuhan-kebutuhan seorang individu.
Pembagian kerja di antara warga kota juga lebih tegas dan punya batas-batas nyata.di kota terdapat orang-orang dengan aneka warna dan latar belakang sosial pendidikan yang menyebabkan individu memperdalam suatu bidang kehidupan khusus.
Kemungkkina-kemungkin untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota dari pada warga desa karena sistem pembgaian kerja yang tegas.
Jalan pemikiran rasional yang umumnya dianut masyarakat pekotaan, penyebabnya interaksi-interaksi yang terjadi lebih didasarkan pada faktor kepentingan dari pada faktor pribadi.
Perubahan-perubahan tampak nyata di kota, sebab kota biasanya terbuak menerima pengaruh-pengaruh dari luar. Hal ini sering menimbulkan pertentangan anatara golongan tua dengan golongan muda karena golongan muda yang belum sepenuhnya terwujud kepribadiannya, lebih senang mengikuti pola-pola baru dalam kehidupan.
Adapun karakteristik Masyarakat Kota antara lain :
Individual
Masyarakat kota memang individual, mereka cenderung memikirkan urusannya sendiri dan enggan mencampuri urusannya orang lain. Pergaulan mereka pun hanya terbatas pada kelompoknya sendiri.
Heterogen
Masyarakat kota terdiri dari berbagai macam suku, semuanya berkumpul menjadi sati kota dengan tujuan beragam, bekerja, kuliah, ikut saudara, dan lain-lain. Keanekaragaman inilah yang membuat masyarakat kota menjadi menarik, karena bisa jadi ketemu berbagai suku di dalam seperti bugis, makasar, mandar, jawa dan lainnya. Bukan hanya suku tetapi juga beranekaragam yang lain seperti pendidikan, status sosial, agama dan karakter.
Daya saing tinggi
Biasanya orang-irang melakukan urbanisasi atau perpindahan penduduk dari desa ke kota untuk meningkatkan taraf hidup. Itulah sebabnya persaingan di kota sangat tinggi, apapun bidang yang digeluti, bahkan untuk memenangkan kompetisi misalnya seseorang rela menghalalkan berbagai macam cara.
Profesi beragam
Di kota, profesi penduduknya sangat beragam. Tentunya profesi tersebut sesuai dengan keahlian masing-masing, misalnya karyawan, PNS, buruh dan lainnya.
Materialistik
Sebagian besar masyarakat kota memang materialistik. Hal tersebut dipengaruhi tingkat persaingan yang tinggi untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan diperlukan pengorbanan yang besar.
Strategi Dakwah di Perkotaan
Jika seorang da’i mampu menjalankan strategi dakwah secara bijak, insyaallah ia akan mudah mencapai keinginan, yakni keberhasilan dakwahnya. Dakwah senantiasa berhadapan dengn berbagai tantangan yang tidak ringan. Oleh karena itu agardakwahdapat berjalan dengan dan tujuan dakwah tercapai, maka diperlukan strategi yang tepat demi kelancaran dankeberhasilan usaha dakwah tersebut. Strategi dakwah dpat dipahami sebagai segala cara dan daya upaya untuk menghadapi sasaran tertentu agar memperoleh hasil yanginginkan secara maksimal,mengenai strategi dakwah ada beberapa hal yang harus dilakukan apalagi untuk berdakwah di daerah perkotaan yang latar belakangnya sangat berbed-beda.
Ada beberapa strategi yang bisa digunakan untuk bekdakwah di daerah perkotaan.
Pendekatan Sosial
Pendekatan sosial merupakan strategi pendekatan dakwah dalam bentuk kegiatan sosial sebagai implementasi kepedulian seorang da’i di perkotaan. Cara ini disamping dibutuhkan masyarakat juga sebagai bagian dari ruang aktualisasi dakwah, dan juga bisa membangun citra masyarakat terhadap dakwah seorang da’i tertentu. Pendekatan merupakan salah satu metode yang berorientasi pada kegiatan praktis operasional dakwah islamiyah yang memiliki sifat sosial, tujuanya dalah untuk memberikan solusi kehidupan sosial. Biasanya tujuan ini selalu dibarengi dengan upaya pemenuhan kesejahteraan dan aspek ekonomi sosial masyarakat. Masyarakat saat ini dalam kondisi terpuruk secara ekonomi alibat adanya pandemi ini, untuk bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari saja sangat sulit. Oleh karena itu seorang da’i melakukan aksi sosial disamping kajian keislaman, khususnya membantu pemerintah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat miskin dan jama’ah yang kurang mampu.
Pendekatan personal
Pendekatan ini terjadi dengan cara individual yaitu antara da’i dan mad’u secara langsung bertatap muka sehingga materi yang disampaikan langsung diterima. Pendekatan ini pernah dilakukan pada zaman rasulullah SAW etika berdakwah secara rahasia. Meskipun demikian tidak menutup kemungkinan di zaman modern seperti ini pendekatan personal harus tetap dilakukan karena mad’u terdiridari berbagai karakteristik, apalagi di daerah perkotaan. Komunikasi yang berlangsung secara dilogis selalu lebih baik dari pada monologis, karena komunikasi yang dilakukan oleh da’i kepada mad’unya akan menumbuhkan keakraban sesama.
Pendekatan Pendidikan
Pada masa nabi dakwah lewat pendidikan dilakukan dengan masuknya islam kepada para kalangan sahabat. Begitu juga pada masa sekarang, dapat dilihat pendekatan pendidikan dapat diimplemensasikan dalam lembaga-lembaga formal maupun non formal seperti pesantren, yayasan yang bercorak islam atau perguruan tinggi yang dalamnya terdapat materi-materi keislaman.
Pendekatan Diskusi
Pendekatan diskusi pada masa sekarang sering dilakukan dengan berbagai cara. Tujuan dari diskusi adalah membahas dan menemukan problematika yang ada disekitar kita, yang ada kaitannya dengan dakwah sehingga apa yang menjadi permasalahan dapat ditemukan jalan keluarnya.
Pendekatan Penawaran
Pendekatan penawaran dilakukan dengan cara ajakan tanpa paksaan sehingga mad’u ketika menanggapi tawaran tersebut tidak dalam keadaan tertekan atau bahkan melakukan dengan niat yang tulus dari hati.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Dalam kamus besar Bahasa Indonesia strategi adalah ilmu dan seni menggunakan semua sumber daya bangsa untuk melaksanakan kebijakan tertentu dalam perang.atau juga bisa diartikan sebagai rencana yang cerdas mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran tertentu.
Dalam buku ensiklopedi islam, kata dakwah adalah kata dasar atau masdar. Kata kerjanya adalah da’a yang mempunyai arti memanggil, menyeru, atau mengajak. Dakwah merupakan gerakan yang mengajak orang untuk beriman kepada Allah Swt sesuai dengan garis kaidah, syariat dan akhlak Islamiyah.
Pribadi masyarakat kota yang bersifat individualistik adalah senderung menjadi ciri khusus, dan telah mejadi perbedaan yang mencolok di bandingkan dengan msyarakat perdesaan. Hal ini menjadi motif bahwa masyarakat kota condong melepaskan diri dari kepentingan orang banyak.
Ada beberapa strategi yang bisa digunakan untuk bekdakwah di daerah perkotaan.
1. Pendekatan sosial.
2. Pendekatan personal.
3. Pendekatan pendidikan.
4. Pendekatan diskusi.
5. Pendekatan penawaran.
DAFTAR PUSTAKA
Yuasra Nuryazmi, Muhammad. Strategi Dakwah Ustadz Muhammad Arifin Ilham di Kalangan Masyarakat Perkotaan. Jakarta: Skripsi Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah, 2015.
Muhaemin Abda, Slamet. Prinsip-prinsip Metodologi Dakwah. Surabaya: Al-Ikhlas:1994.
Noor, Arifin. Ilmu Sosial Dasar. Bandung: Pustaka Setia, 1997.
Ghazali, Bahri. Dakwah Komunikatif. Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya, 1997.
Iskandar. Dakwah Pada Masyarakat Perkotaan. Jakarta: Gremedia Pustaka Utama, 1988.
Susanto, Dedy. Jurnal Ilmu Dakwah, Pola Strategi Dakwah MTA di Kota Semarang,Vol 35, No 2, Semarang, 2015.
Syahfina, Aldila. Metode Dakwah Dikalangan Masyarakat Perkotaan Dalam Pengajian Eksekutif Ummahatul Mu’minin Indonesia. Jakarta: Skripsi Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah, 2013.
PENDAHULUAN
Latar Belakang
Islam adalah agama dakwah yaitu mengajak dan memerintahkan umatnya untuk selalu menyebar dan menyiarkan ajaran islam kepada seluruh umat manusia.hal ini merupakan perintah langsung dari Allah SWT untuk berdakwah dan menjadi suatu kewajiban setiap muslim untuk mendakwhkan agama dengan cara tertentu. Perkotaan adalah suatu sistem jaringan kehidupan manusia yang ditandai dengan adanya kepadatan penduduk yang tinggi, strata sosial ekonomi yang heterogen, dan materialistis. Apabila berbicara tentang kotaberbicara mengenai kota dan ketika mendengar kata kota, sebagaian orang tentu menunjuk pada suatu kawasan yang sangat ramai.
Dalam kehidupan manusia yang sangat berkembang pada saat ini, dakwah islam memerlukan strategi dalam penyampaiannya. Seorang da’i berperan sebagai subjek dakwah diharuskan memiliki strategi. Pola pikir yang berkaitan dengan sistem. Dimana dakwah merupakan sebuah sistem, dan strategi merupakan salah satu bagian yang sejajar dengan unsur-unsur dakwah.
Rumusan Masalah
Apa Pengertian Strategi Dakwah?
Bagaimana Kondisi Masyarakat Kota?
Bagaimana Strategi Dakwah di Perkotaan?
Tujuan
Untuk Mengetahui Strategi Dakwah
Untuk Mengetahui Kondisi Masyarakat Kota
Untuk Mengetahui Strategi Dakwah di Perkotaan
BAB II
PEMBAHASAN
Pengertian Strategi Dakwah
Dalam kamus besar Bahasa Indonesia strategi adalah ilmu dan seni menggunakan semua sumber daya bangsa untuk melaksanakan kebijakan tertentu dalam perang.atau juga bisa diartikan sebagai rencana yang cerdas mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran tertentu. Rencana ini lebih ditekankan mengenai hal-hal apa saja yang harus dipersiapkan dalam melaksanakan perang serta bagaimana cara menghadapi ancaman-ancaman yang datang dari pihak musuh.
Menurut Ali Murtopo definisi strategi secara etimologi berasal dari bahasa Yunani, Stratos dan agein. Stratos memiliki arti pasukan perang dan kata agein berarti memimpin. Sehingga dapat dikatakan bahwa strategi berarti memimpin pasukan perang dan ilmu strategi adalah ilmu bagaimana cara memimpin pasukan. Secara terminologi, menurut Stainer dan Minner strategi adalah penetapan misi perusahaan, penetapan sasaran organisasi dengan mengingat kekuatan eksternal dan internal. Sedangkan menurut Onong Uchjana Effendy mengemukakan bahwa strategi pada hakikatnya adalah perencanaan dan manajemen untuk mencapai tujuan, oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa rencana saja tidak sampai ke tujuan melainkan ada tahapan lainnya agar sesuai dengan harapan.
Tahapan-tahapan Strategi
Strategi tidak hanya sebatas merumuskan konsep hingga implementasi, melainkan juga harus disertai evaluasi untuk mengukur sejauh mana strategi itu tercapai. Hal ini serupa dengan strategi manajemen yang dimiliki oleh Fred R. David, ia menjelaskan ada tiga tahapan strategi:
Perumusan strategi
Perumusan strategi merupakan tahapan pertama dalam strategi. Di tahap ini para pencipta, perumus, pekonsep, dalam hal ini yaitu seorang da’i harus berfikir matang mengenai kesempatan dan ancaman dari luar pihak dan menetapkan kekuatan dan kekurangan internal, serta sasaran yang tepat.
Implementasi Strategi
Tahapan di mana setelah strategi dirumuskan yaitu pelaksanaan strategi yang telah ditetapkan. Strategi yang dimaksudkan adalah strategi yang telah direncanakan pada tahap pertama yaitu perumusan strateg, lalu dilaksanakan sesuai apa yang diinginkan.
Evaluasi Strategi
Tahapan terakhir ini merupakan tahapan yang diperlukan karena dalam tahap ini keberhasilan yang telah dicapai dapat diukur kembali untuk penetapan tujuan berikutnya. Evaluasi menjadi tolak ukur berhasil atau tidak, sesuai atau tidak strategi yang telah diterapkan.
Sedangkan Pengertian Dakwah
Dalam buku ensiklopedi islam, kata dakwah adalah kata dasar atau masdar. Kata kerjanya adalah da’a yang mempunyai arti memanggil, menyeru, atau mengajak. Dakwah merupakan gerakan yang mengajak orang untuk beriman kepada Allah Swt sesuai dengan garis kaidah, syariat dan akhlak Islamiyah.
Sedangkan menurut Ali Mahfud dalam bukunya Hidayatul Mursyidin mengatakan dakwah adalah mendorong manusia untuk berbuat kebijakan dan mengikuti petunjuk agama, yaitu menyeru mereka kepada kebaikan dan mencegah mereka dari perbuatan kemungkaran agar memperoleh kebahagiaan dunia dan akhirat.
Berdasarkan pengertian di atas mengenai pengertian dakwah dapat disimpulkan dakwah ialah usaha seorang da’i dalam menyampaikan pesan-pesan ajaran islam yang bersumber dari al-Qur’an dan al- Hadits, yang dilakukan dengan cara mengajak, menyeru, membimbing manusia agar kembali kejalan Allah Swt. Serta menjalankan segala perintahNya dan menjauhi laranganNya.
Pengetian Masyarakat Perkotaan
Dalam bahasa inggris msyarakat adalah society yang artinya mencakup interkasi sosial, perubahan sosial, dan rasa kebersamaan. Istilah masyarakat disebut pula sistem sosial. Untuk pemahaman lebih luas tentang pengertian masyarakat ada beberapa definisi masyarakat :
Menurut Selo Soemardjan, masyarakat adalah orang-orang yang hidup bersama dan menghasilkan kebudayaan.
Menurut Max Weber menjelaskan masyarakat sebagai suatu struktur atau aksi yang pada pokoknya ditentukan oleh harapan dan nilai-nilai yang dominan pada warganya.
Menurut Karl Marx bahwa Masyarakat adalah suatu struktur yang menderita ketegangan organisasi ataupun perkembangan karena adanya pertentangan antara kelompok-kelompok yang terpecah-pecah secara ekonomis.
Masyarakt pun bisa diartikan dengan “ sekumpulan manusia yang hidup berasma dalam satu wadah karena adanya satu atau beberapa pendapat ikatan yang disengaja atau tidak. Dalam wadah inilah manusia mengadakan interaksi satu sama lainnya dan saling bantu membantu.
Dalam buku Ilmu Sosial Dasar
Kota adalah sebagai pusat pendomisi yang bertingkat-tingkat sesuai dengan sistem administrasi negara yang bersangkutan. Kota juga merupakan pusat kegiatan kebudayaan, ekonomi dan komunikasi.
Masyarakat perkotaan sering disebut juga urban community. Pengertian masyarakat perkotaan lebih ditekankan pada sifat-sifat kehidupannya serta ciri-ciri kehidupannya yang berbeda dengan masyarakat pedesaan. Masyrakat perkotaan dengan ciri kemajuannya telah membentuk kepribadian anggotannya lebih mengandalkan kemampuan diri sendiri dari pada orang lain.
Prinsip masyarakat kota yang bersifat individualistik adalah cenderung menjadi ciri khusus, dan telah menjadi perbedaan yang menyolok dibandingkan dengan masyarakat perdesaan. Hal ini menjadi motif bahwa masyarakat kota condong melepaskan diri dari kepentingan orang banyak. Kehidupan masyarakat kota umumnya heterogen. Heterogenitas masyarakat pada satu sisi mempunyai peluang terciptanya kompetisi dan kreasi-kreasi baru. Masyarakat kota umumnya banyak yang menikmati pelayanan pendidikan madani, karena pendidikan yang bagus umumnya ada di kota.
Pribadi masyarakat kota yang bersifat individualistik adalah senderung menjadi ciri khusus, dan telah mejadi perbedaan yang mencolok di bandingkan dengan msyarakat perdesaan. Hal ini menjadi motif bahwa masyarakat kota condong melepaskan diri dari kepentingan orang banyak.
Masyarakat kota memiliki akses informasi lenih cepat karena dekat dengan pusat-pusat informasi. Antara masyarakat pedesaan dan masyarakat perkotaan, terdapat perbedaan dalam perhatian, khususnya terhadap keperluan-keperluan hidup. Ada beberapa lagi yang menonjol pada masyarakat kota diantaranya:
Kehidupan keagamaan di kota berkurang apabila dibandingkan dengan kehidupan agama di desa, sebab cara berfikir masyarakat kota yang nasional, didasarkan pada perhitungan eksak yang berhubungan dengan realita masyarakat
Orang kota pada umumnya dapat mengurus diri sendiri tanpa harus bergantung pada orang lain. Hal yang penting di sini adalah manusia yang perseorangan atau individu, kehidupan yang sukar untuk disatukan karena perbedaan kepentingan, paham politik, agama dan lainnya.
Jalan kehidupan yang cepat di kota mengakibatkan pentingnya faktor waktu, sehingga pembagian waktu yang teliti sangat penting untuk mengejar kebutuhan-kebutuhan seorang individu.
Pembagian kerja di antara warga kota juga lebih tegas dan punya batas-batas nyata.di kota terdapat orang-orang dengan aneka warna dan latar belakang sosial pendidikan yang menyebabkan individu memperdalam suatu bidang kehidupan khusus.
Kemungkkina-kemungkin untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota dari pada warga desa karena sistem pembgaian kerja yang tegas.
Jalan pemikiran rasional yang umumnya dianut masyarakat pekotaan, penyebabnya interaksi-interaksi yang terjadi lebih didasarkan pada faktor kepentingan dari pada faktor pribadi.
Perubahan-perubahan tampak nyata di kota, sebab kota biasanya terbuak menerima pengaruh-pengaruh dari luar. Hal ini sering menimbulkan pertentangan anatara golongan tua dengan golongan muda karena golongan muda yang belum sepenuhnya terwujud kepribadiannya, lebih senang mengikuti pola-pola baru dalam kehidupan.
Adapun karakteristik Masyarakat Kota antara lain :
Individual
Masyarakat kota memang individual, mereka cenderung memikirkan urusannya sendiri dan enggan mencampuri urusannya orang lain. Pergaulan mereka pun hanya terbatas pada kelompoknya sendiri.
Heterogen
Masyarakat kota terdiri dari berbagai macam suku, semuanya berkumpul menjadi sati kota dengan tujuan beragam, bekerja, kuliah, ikut saudara, dan lain-lain. Keanekaragaman inilah yang membuat masyarakat kota menjadi menarik, karena bisa jadi ketemu berbagai suku di dalam seperti bugis, makasar, mandar, jawa dan lainnya. Bukan hanya suku tetapi juga beranekaragam yang lain seperti pendidikan, status sosial, agama dan karakter.
Daya saing tinggi
Biasanya orang-irang melakukan urbanisasi atau perpindahan penduduk dari desa ke kota untuk meningkatkan taraf hidup. Itulah sebabnya persaingan di kota sangat tinggi, apapun bidang yang digeluti, bahkan untuk memenangkan kompetisi misalnya seseorang rela menghalalkan berbagai macam cara.
Profesi beragam
Di kota, profesi penduduknya sangat beragam. Tentunya profesi tersebut sesuai dengan keahlian masing-masing, misalnya karyawan, PNS, buruh dan lainnya.
Materialistik
Sebagian besar masyarakat kota memang materialistik. Hal tersebut dipengaruhi tingkat persaingan yang tinggi untuk mendapatkan sesuatu yang diinginkan diperlukan pengorbanan yang besar.
Strategi Dakwah di Perkotaan
Jika seorang da’i mampu menjalankan strategi dakwah secara bijak, insyaallah ia akan mudah mencapai keinginan, yakni keberhasilan dakwahnya. Dakwah senantiasa berhadapan dengn berbagai tantangan yang tidak ringan. Oleh karena itu agardakwahdapat berjalan dengan dan tujuan dakwah tercapai, maka diperlukan strategi yang tepat demi kelancaran dankeberhasilan usaha dakwah tersebut. Strategi dakwah dpat dipahami sebagai segala cara dan daya upaya untuk menghadapi sasaran tertentu agar memperoleh hasil yanginginkan secara maksimal,mengenai strategi dakwah ada beberapa hal yang harus dilakukan apalagi untuk berdakwah di daerah perkotaan yang latar belakangnya sangat berbed-beda.
Ada beberapa strategi yang bisa digunakan untuk bekdakwah di daerah perkotaan.
Pendekatan Sosial
Pendekatan sosial merupakan strategi pendekatan dakwah dalam bentuk kegiatan sosial sebagai implementasi kepedulian seorang da’i di perkotaan. Cara ini disamping dibutuhkan masyarakat juga sebagai bagian dari ruang aktualisasi dakwah, dan juga bisa membangun citra masyarakat terhadap dakwah seorang da’i tertentu. Pendekatan merupakan salah satu metode yang berorientasi pada kegiatan praktis operasional dakwah islamiyah yang memiliki sifat sosial, tujuanya dalah untuk memberikan solusi kehidupan sosial. Biasanya tujuan ini selalu dibarengi dengan upaya pemenuhan kesejahteraan dan aspek ekonomi sosial masyarakat. Masyarakat saat ini dalam kondisi terpuruk secara ekonomi alibat adanya pandemi ini, untuk bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari saja sangat sulit. Oleh karena itu seorang da’i melakukan aksi sosial disamping kajian keislaman, khususnya membantu pemerintah dalam memenuhi kebutuhan masyarakat miskin dan jama’ah yang kurang mampu.
Pendekatan personal
Pendekatan ini terjadi dengan cara individual yaitu antara da’i dan mad’u secara langsung bertatap muka sehingga materi yang disampaikan langsung diterima. Pendekatan ini pernah dilakukan pada zaman rasulullah SAW etika berdakwah secara rahasia. Meskipun demikian tidak menutup kemungkinan di zaman modern seperti ini pendekatan personal harus tetap dilakukan karena mad’u terdiridari berbagai karakteristik, apalagi di daerah perkotaan. Komunikasi yang berlangsung secara dilogis selalu lebih baik dari pada monologis, karena komunikasi yang dilakukan oleh da’i kepada mad’unya akan menumbuhkan keakraban sesama.
Pendekatan Pendidikan
Pada masa nabi dakwah lewat pendidikan dilakukan dengan masuknya islam kepada para kalangan sahabat. Begitu juga pada masa sekarang, dapat dilihat pendekatan pendidikan dapat diimplemensasikan dalam lembaga-lembaga formal maupun non formal seperti pesantren, yayasan yang bercorak islam atau perguruan tinggi yang dalamnya terdapat materi-materi keislaman.
Pendekatan Diskusi
Pendekatan diskusi pada masa sekarang sering dilakukan dengan berbagai cara. Tujuan dari diskusi adalah membahas dan menemukan problematika yang ada disekitar kita, yang ada kaitannya dengan dakwah sehingga apa yang menjadi permasalahan dapat ditemukan jalan keluarnya.
Pendekatan Penawaran
Pendekatan penawaran dilakukan dengan cara ajakan tanpa paksaan sehingga mad’u ketika menanggapi tawaran tersebut tidak dalam keadaan tertekan atau bahkan melakukan dengan niat yang tulus dari hati.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Dalam kamus besar Bahasa Indonesia strategi adalah ilmu dan seni menggunakan semua sumber daya bangsa untuk melaksanakan kebijakan tertentu dalam perang.atau juga bisa diartikan sebagai rencana yang cerdas mengenai kegiatan untuk mencapai sasaran tertentu.
Dalam buku ensiklopedi islam, kata dakwah adalah kata dasar atau masdar. Kata kerjanya adalah da’a yang mempunyai arti memanggil, menyeru, atau mengajak. Dakwah merupakan gerakan yang mengajak orang untuk beriman kepada Allah Swt sesuai dengan garis kaidah, syariat dan akhlak Islamiyah.
Pribadi masyarakat kota yang bersifat individualistik adalah senderung menjadi ciri khusus, dan telah mejadi perbedaan yang mencolok di bandingkan dengan msyarakat perdesaan. Hal ini menjadi motif bahwa masyarakat kota condong melepaskan diri dari kepentingan orang banyak.
Ada beberapa strategi yang bisa digunakan untuk bekdakwah di daerah perkotaan.
1. Pendekatan sosial.
2. Pendekatan personal.
3. Pendekatan pendidikan.
4. Pendekatan diskusi.
5. Pendekatan penawaran.
DAFTAR PUSTAKA
Yuasra Nuryazmi, Muhammad. Strategi Dakwah Ustadz Muhammad Arifin Ilham di Kalangan Masyarakat Perkotaan. Jakarta: Skripsi Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah, 2015.
Muhaemin Abda, Slamet. Prinsip-prinsip Metodologi Dakwah. Surabaya: Al-Ikhlas:1994.
Noor, Arifin. Ilmu Sosial Dasar. Bandung: Pustaka Setia, 1997.
Ghazali, Bahri. Dakwah Komunikatif. Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya, 1997.
Iskandar. Dakwah Pada Masyarakat Perkotaan. Jakarta: Gremedia Pustaka Utama, 1988.
Susanto, Dedy. Jurnal Ilmu Dakwah, Pola Strategi Dakwah MTA di Kota Semarang,Vol 35, No 2, Semarang, 2015.
Syahfina, Aldila. Metode Dakwah Dikalangan Masyarakat Perkotaan Dalam Pengajian Eksekutif Ummahatul Mu’minin Indonesia. Jakarta: Skripsi Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Syarif Hidayatullah, 2013.
Komentar
Posting Komentar